Manfaat dari Ekonomi Syariah, Pengertian, Tujuan dan Prinsip

Ekonomi Syariah atau sering disebut dengan ekonomi islam merupakan percabangan dari ilmu ekonomi yang berlandaskan sesuai dengan nilai-nilai islam. Nilai-nilai islam sendiri diambil dari Al-Quran, Sunnah, Ijma’, dan Qiyas. Kesejahteraan manusia tidak hanya dari materi saja, tetapi meliputi dampak sosial, mental, dan spiritual. Oleh karena itu, ekonomi syariah sangat penting terutama bagi orang muslim

Pengertian Ekonomi Syariah

Menurut Monzer Kaffah, Ekonomi Syariah yaitu bagian ilmu ekonomi yang bersifat interdispliner. Kajian Ekonomi tidak dapat berdiri sendiri tetapi juga memerlukan penguasaan yang bagi dan lebih mendalam terhadap ilmu-ilmu syariah dan ilmu pendukung lainnya. Ilmu pendukung yaitu ilmu yang berguna untuk tool of analysis seperti statistika, logika, matematik dan ushul fiqih. Pengertian tersebut dijelaskan dalam bukunya yang berjudul The Islamic Economy.

Muhammad Abdullah Al-Arabi mendefinisikan,  yaitu sekumpulan dasar-dasar umum ekonomi yang merupakan hasil kesimpulan dari Al-Quran dan Assunnah. Ekonomi Syariah juga menjadi bangunan perekonomian yang didirikan atas landasan dasar yang sesuai dengan tiap lingkungan dan masanya. Pengertian tersebut bisa dilihat pada bukunya Sistem Ekonomi Islam, Prinsip-prinsip dan tujuannya tahun 1980.

Menurut M.A Mannan, yaitu suatu ilmu pengetahuan sosial yang mempelajari berbagai masalah ekonomi rakyat. Masalah ekonomi tersebut diilhami oleh nilai-nilai islam. Masalah ekonomi syariah sudah dijelaskan oleh Mannan pada bukunya yang berjudul Ekonomi Islam: Teori dan Praktek tahun 1992.

Tujuan Ekonomi Syariah

Tujuan Ekonomi syariah yaitu maqashid asy syari’ah yang dimaksudkan untuk mencapai kebahagian di dunia dan akhirat. Jalan yang dicapai untuk memperoleh tujuan tersebut yaitu melalui suatu tata kehidupan yang baik dan terhormat. Tujuan Akhirat yang ingin dicapai yaitu meliputi aspek mikro dan makro dimana mencakup horizon waktu dunia ataupun akhirat.

Prinsip-prinsip Ekonomi Syariah

Prinsip-prinsip ekonomi syariah menurut Zainuddin Ali pada bukunya Hukum Ekonomi Syariah tahun 2008 yaitu :

  1. Tidak melakukan monopoli. Ini merupakan aktivitas persaingan yakni menahan keberadaan barang untuk tidak diedarkan maupun dijual di pasar. Hal tersebut bertujuan agar harga barang menjadi mahal karena barang tersebut
  2. Tidak melakukan penimbunan (Ihtikar). Penimbunan yaitu tindakan pembelian barang dengan tujuan untuk menyimpan barang tersebut dalam jangka waktu yang lama. Sehingga barang tersebut menjadi barang yang langka dan harga jualnya tinggi.
  3. Menghindari jual-beli yang diharamkan. Kegiatan jual beli menurut syariat islam yaitu sesuai dengan prinsip islam, adil, halal dan tidak merugikan salah satu pihak yang terlibat. Segala sesuatu yang mengandung unsur kemungkaran dan kemaksiatan menjadi haram hukumnya.

Manfaat Ekonomi Syariah

Ada banyak sekali manfaat yang akan Anda peroleh ketika beralih dengan bertransaksi ekonomi syariah. Salah satunya yaitu mewujudkan integritas seorang muslim yang kaffah. Jika ada seorang muslim yang masih menggunakan ekonomi konvensional tentu menunjukkan bahwa keislamannya belum kaffah.

Mengamalkan prinsip ini berarti Anda ikut mendukung gerakan amar ma’ruf nahi munkar. Dana yang sudah dikumpulkan di berbagai lembaga keuangan berjenis syariah hanya boleh disalurkan kepada badan usaha atau proyek yang halal saja. Selain itu, praktik dari ekonomi sesuai dengan syariat islam tentu mengandung nilai ibadah. Sehingga mengamalkan ekonomi syariah pun sama halnya dengan beribadah dan mendapatkan pahala.

Ekonomi Syariah menjadi salah satu ilmu ekonomi yang perlu Anda pelajari terutama bagi Anda umat muslim. Ekonomi yang benar dan sesuai dengan syariat islam tentu akan mengantarkan anda untuk hidup dengan tentram dan mulia di dunia maupun di akhirat.

Leave a Comment